admin Anwar adalah Penulis Konten SEO yang beralih karir dari latar belakang pendidikan Pemrograman Web, berspesialisasi dalam menulis topik teknis.

Meningkatkan bisnis konveksi

6 min read

Tertarik menjalankan bisnis konveksi? Pastikan Anda memahami strategi Anda untuk meningkatkan keuntungan dan menghadapi persaingan, terutama di tahun 2022. Perpaduan antara perkembangan teknologi, tren digital marketing, popularitas dan ketahanan produk menuntut pengusaha konvektif untuk lebih kreatif dan ulet dalam mengelola usahanya.

Apa itu bisnis konveksi?

Bisnis konveksi adalah bisnis yang memproduksi atau memasok pakaian dalam jumlah besar, dan jenisnya seringkali sangat spesifik. Istilah ini sering dikacaukan dengan bisnis pakaian, tetapi keduanya berbeda secara kuantitatif. Bisnis pakaian jadi diproduksi massal dengan fasilitas produksi lengkap, sedangkan bisnis konveksi biasanya melayani pesanan kecil (kurang dari 500 buah).

Pengusaha konvektif juga biasanya memulai dari yang kecil, bahkan ada yang memulai dari rumah. Jenis-jenis pakaian jadi yang dijual melalui bisnis Konveksi antara lain seragam sekolah, seragam kantor atau pabrik, kaos olahraga, pakaian aktif, dan lainnya.

Alasan memulai bisnis konveksi
Mengapa mempertimbangkan bisnis konveksi?

Alasan popularitas bisnis konveksi adalah kebutuhan keuangan yang fleksibel. Anda bisa memulainya dengan modal kecil, tergantung dari jenis garmen, peralatan dan batasan produksi maksimal. Anda bisa memulainya dengan dana mulai dari 15 hingga 25 juta rupiah, tergantung jenis dan jumlah baju yang disediakan.

Bisnis konveksi juga memiliki potensi karena banyak orang yang membutuhkan produk Anda. Pakaian bukan hanya produk penting, tetapi juga atribut khusus untuk berbagai keperluan. Anda dapat menghasilkan banyak pendapatan dari permintaan pasar yang selalu sesuai, seperti pakaian seragam atau acara tahunan di kantor.

Strategi meningkatkan bisnis konveksi

Para pelaku bisnis konveksi di tahun 2022 menghadapi beberapa tantangan. Selain keadaan khusus seperti wabah, para pelaku bisnis juga harus mempertimbangkan persaingan yang semakin ketat. Karena hal ini tidak dapat dihindari, Anda harus memikirkan strategi khusus sejak awal bisnis Anda agar dapat bersaing.

Berikut adalah lima cara untuk meningkatkan bisnis konveksi Anda, sehingga lebih sukses dan lebih mudah untuk menghadapi persaingan.

1. Pertimbangkan identitas bisnis sejak awal

logo realgarment

Seringkali, ketika pebisnis memulai bisnis dari rumah, mereka tidak memikirkan identitas bisnis. Padahal, status ini sangat penting untuk membangun reputasi Anda dan meyakinkan calon pembeli atau mitra bahwa bisnis Anda berkualitas solid dan dapat dipercaya. Anda juga bisa mengembangkan identitas bisnis dengan lebih mudah karena dasar-dasarnya sudah ada.

Jika Anda menjalankan bisnis konveksi kecil, Anda tidak perlu membuat identitas bisnis serumit strategi perusahaan besar. Lakukan saja hal berikut:

  • Pilih nama bisnis

Saat memilih nama bisnis, Anda dapat menarik inspirasi dari mana saja, dari nama Anda sendiri hingga kata atau kutipan yang mudah diingat. Namun, pastikan nama tersebut belum dimiliki, misalnya dengan mengecek ke Google. Nama juga tidak boleh meniru merek atau nama produk terkenal, karena berkaitan dengan hak milik.

Nama bisnis juga harus mudah dieja dan diingat. Hal ini akan memudahkan Anda dalam membuat tag atau nama untuk website dan akun media sosial Anda.

  • Memiliki akun media sosial bisnis

Punya akun media sosial pribadi? Hindari menggunakannya untuk mempromosikan bisnis Anda, terutama jika Anda berencana untuk melakukannya dalam jangka panjang. Akun khusus bisnis membantu Anda memasarkan produk dan testimoni pembeli, memesan, dan sesekali menanggapi atau menjawab calon pembeli. Konten Anda juga tidak tercampur dengan hal-hal pribadi.

Akun bisnis juga bisa menjadi kantor online bisnis Anda. Media sosial seperti Facebook dan Instagram memiliki fitur khusus untuk belanja langsung, seperti Marketplace dan Shop. Membuat akun gratis dan cocok jika Anda tidak memiliki banyak modal awal.

  • Mendefinisikan “kantor” perusahaan

Jika pembeli mengetahui lokasi “kantor” Anda, mereka akan lebih mempercayai bisnis Anda. Jika Anda menjalankan bisnis dari rumah, Anda dapat menggunakannya sebagai lokasi kantor atau gudang. Selain untuk membujuk calon pembeli, memiliki alamat kantor atau gudang dapat memberikan petunjuk lokasi awal barang.

Langkah pertama adalah memasang spanduk kecil atau papan nama dengan nama dan deskripsi bisnis Anda di bagian depan rumah. Nomor kontak bisnis juga disertakan sehingga orang yang lewat dapat segera mencatat jika diperlukan. Siapkan ruangan atau area kosong di rumah Anda yang didedikasikan untuk mengelola bisnis Anda, terpisah dari area pribadi Anda.

Jika Anda sudah memiliki uang lebih, Anda harus mencari tempat lain yang dapat menampung peralatan komersial, seperti stan pajangan dan mesin jahit. Selain fleksibel, memisahkan tempat tinggal pribadi dari area komersial sangat ideal untuk menjaga aktivitas bisnis dan keluarga tidak terganggu.

Saat bisnis Anda tumbuh lebih besar, Anda harus mempertimbangkan branding. Sewa jasa desain untuk membuat logo dan skema warna yang cocok untuk memasarkan toko Anda. Anda dapat menggunakan logo ini sebagai alat pemasaran, memulai toko dengan label, membuat kartu nama dan alat promosi lainnya. Logo dan skema warna juga menjadi identitas digital Anda, seperti foto profil dan caption di akun Facebook dan Twitter Anda.

2. Memanfaatkan berbagai media pemasaran digital

berbagai media pemasaran digital

Sama seperti bisnis lainnya, bisnis konveksi bisa mendapatkan keuntungan dengan menggunakan beberapa media pemasaran digital secara bersamaan. Masing-masing media memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Pastikan Anda menggunakan lebih dari satu untuk memaksimalkan kampanye pemasaran Anda.

 

Instagram, misalnya, sangat bagus untuk menampilkan foto dan ilustrasi menarik lainnya secara virtual. Twitter melacak tren atau tagar, sehingga Anda dapat “mengikuti arus” dan menggunakannya untuk meningkatkan momentum penjualan. Facebook sangat bagus untuk membuat postingan penjualan yang menggabungkan foto dan teks atau memasarkan produk melalui alat Marketplace.

Jangan lupa untuk menggunakan situs resmi untuk mempromosikan produk Anda. Jika Anda ingin situs web Anda terlihat profesional tanpa keterampilan membangun situs web, Anda dapat mengunduh template gratis. Paket template seperti ini sepenuhnya dirancang dari awal sehingga Anda dapat membuat situs web bisnis profesional dalam hitungan menit.

3. Memulai bisnis secara bertahap

Memulai bisnis secara bertahap

Saat memulai bisnis konveksi, hindari memilih terlalu banyak produk, terutama jika Anda tidak memiliki banyak uang. Mulailah dengan jenis usaha yang bisa bertahan lama dan bisa dilakukan dengan modal kecil. Misalnya, jangan ragu untuk memulai bisnis konveksi sebagai pemasok kaos polos (tanpa grafis). Kaos seperti ini menjadi modal bagi para pengusaha sablon dan digital printing, sehingga bisa Anda pasarkan ke pengusaha lain.

Cara lain adalah bermitra dengan bisnis konveksi lain yang lebih besar (bahkan mungkin bisnis pakaian). Anda dapat mencoba bekerja sama untuk menyelesaikan pesanan dalam jumlah besar sesuai dengan kendala kapasitas produksi. Misalnya, jika bisnis besar menerima pesanan untuk 1.000 produk, Anda dapat membuat permintaan pemenuhan untuk 300 produk.

4. Buat diversifikasi produk

Bisnis konvektif menjual produk yang tidak cepat rusak, jadi sebaiknya Anda tidak bergantung pada satu produk. Saat bisnis mulai berkembang, pastikan untuk melakukan diversifikasi atau menambah jenis produk. Misalnya, jika Anda memulai bisnis yang menjual t-shirt biasa, coba tambahkan t-shirt dengan desain sablon, seperti t-shirt untuk acara atau pasangan.

Anda juga dapat memperluas jenis pelanggan. Misalnya, jika pada awalnya Anda hanya menjual seragam sekolah, cobalah untuk mulai melebarkan sayap ke pakaian karyawan. Semakin banyak produk yang Anda tawarkan, semakin banyak penjualan, sehingga selalu ada pendapatan. Jika produk semakin banyak, Anda bisa membuka toko keagenan atau grosir.

Bisnis konveksi tidak harus datang dalam bentuk pakaian “biasa” seperti T-shirt dan kemeja. Anda bisa membidik pasar muslim dengan memproduksi gamis, baju koko, baju anak muslim dan hijab. Anda juga bisa menyediakan aksesoris seperti mukena dengan berbagai warna dan model.

5. Adaptasi dan kesempatan membaca

Keberhasilan bisnis konveksi tergantung pada banyak faktor, mulai dari daya beli masyarakat, tren pakaian, hingga keadaan ekonomi secara umum. Jika Anda ingin sukses di bisnis konveksi, Anda harus beradaptasi dan membaca tentang peluang. Hal ini tidak hanya baik untuk menangkap peluang, tetapi juga menyesuaikan jenis produk dengan kebutuhan masyarakat.

Contohnya adalah kesempatan untuk membaca gaya pakaian tertentu yang sedang populer saat ini, tergantung pada jenis pakaian yang Anda jual. Misalnya, kaos dengan desain retro atau tiruan dari merek populer seperti mi instan, mukena, atau rok maxi ukuran plus dengan warna off-white. Tambahkan produk musiman ke lini produk Anda yang biasa untuk memperluas pelanggan dan menambah pembeli baru.

Di masa pandemi, berbagai bisnis konveksi menyesuaikan strategi penjualannya sesuai situasi. Sebagai contoh, banyak pengusaha konveksi yang mulai memproduksi masker kain dengan desain yang unik. Beberapa juga menawarkan satu set pakaian buatan sendiri atau piyama lucu (karena semakin banyak orang menghabiskan waktu di rumah), atau membuat jas/kerudung dan topeng dari bahan yang sama.

Persiapan bisnis konveksi

Tidak seperti bisnis pakaian yang terbagi menjadi beberapa departemen, bisnis konveksi biasanya memiliki tim yang melakukan semua pekerjaan dasar seperti menjahit, memotong, dan memotong (menjahit, memotong, memotong). Untuk menyelesaikan pesanan kecil, Anda bisa mulai dengan sejumlah kecil penjahit (misalnya lima), satu penjahit, dan dua pemangkas. Jumlah ini meningkat dengan pesanan.

Persiapan minimal yang Anda perlukan adalah mesin dan alat jahit, mesin overlock, setrika uap, cutter dan meja, serta peralatan sablon atau digital printing sesuai kebutuhan. Jika Anda memulai dari yang kecil, Anda dapat menggunakan ruang kosong di rumah Anda, tetapi perlu diingat bahwa area ini akan menjadi kantor dan gudang di mata publik. Pertimbangkan untuk mencari tempat baru seiring pertumbuhan bisnis Anda.

Anda juga harus menetapkan sasaran produksi mingguan dan bulanan untuk menentukan kapasitas produksi. Jangan ragu untuk memulai dengan jumlah kecil, seperti target penjahit 50 hasil per hari. Jika ada 5 penjahit, berarti target harian sekitar 250 potong, dan output bulanan (hari kerja Senin-Sabtu) 6000 potong. Pastikan kualitas tetap terjaga seiring dengan beban kerja.

Problem Umum yang Harus Diwaspadai

Saat membuka bisnis konveksi, ada beberapa masalah umum yang harus Anda waspadai. Berikut adalah contoh dan solusi yang harus dilakukan.

1. Pemasok tidak mengirim

Jika Anda menjalankan bisnis konveksi dengan memesan produk, hindari mengandalkan satu pemasok. Jika pengiriman macet karena alasan tertentu, bisnis Anda juga bisa menderita. Saat memulai bisnis, Anda harus memiliki daftar pemasok lokal atau yang relatif dekat. Ini untuk memprediksi pemasok yang tidak melakukan pengiriman.

Saat memilih pemasok, pilih pemasok yang dapat memberikan layanan dukungan selain sablon. Misalnya, selain menyediakan pakaian, pemasok juga menyaring kaos. Ini memungkinkan Anda untuk mendiversifikasi produk Anda dengan mudah.

2. Tren mode berubah dengan cepat

Tren fashion cenderung berubah dengan cepat dan dapat dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak terduga. Misalnya, kesuksesan sebuah film, serial TV, atau penyanyi dapat menentukan jenis pakaian yang muncul di pasar. Hal ini dapat membuat pemilik bisnis konvektif “tertinggal”, terutama jika mereka tidak benar-benar mengikuti kereta musik atau sudah memiliki produk andalannya sendiri.

Solusinya adalah mencapai keseimbangan antara produk tetap dan produk tren atau musiman Anda. Jika tren berumur pendek, mengikuti tren viral tanpa berpikir panjang dapat mempersulit promosi bisnis Anda di masa depan. Merupakan ide bagus untuk memiliki aliran produk unggulan dan ikonik yang stabil, tetapi tambahkan lini musiman untuk mengikuti tren.

3. Mendapatkan persediaan barang dagangan yang rusak/cacat

Jika bisnis Anda bergantung pada pasokan barang dalam jumlah besar, ada kemungkinan besar Anda akan menerima produk yang rusak atau cacat. Misalnya, item memiliki kancing yang longgar atau jahitan yang tidak rata. Ini pasti akan mempengaruhi rencana dan reputasi penjualan, terutama jika barang tersebut telah dijual kepada pembeli.

Solusi, periksa semua barang yang masuk untuk menyaring produk yang rusak atau cacat. Setuju dengan pemasok bahwa Anda akan diberi kompensasi jika jumlah produk cacat mencapai batas toleransi Anda (misalnya lebih dari 5% dari total produk). Jika cacatnya kecil, Anda bisa menjualnya dengan sangat murah dan dengan jujur ​​menjelaskan kerusakan barang tersebut (misalnya jahitan tidak rata di lengan, tetapi bajunya masih utuh).

4. Sulit mencari pelanggan lama

Pakaian merupakan produk yang tahan lama, sehingga orang cenderung tidak membelinya dalam waktu lama. Hal ini semakin sering terjadi pada saat-saat tertentu, seperti saat pandemi atau situasi lain yang mengurangi daya beli masyarakat. Solusinya, Anda bisa mempertimbangkan model B2B (Business to Business), yakni menjual produk ke pemilik bisnis lain.

Misalnya Anda bisa menjual kaos polos ke pengusaha sablon, distributor, atau pemilik usaha sablon kaos digital. Anda juga bisa menjual kaos polo atau kaos polos dengan warna tertentu ke perusahaan dengan jumlah karyawan yang banyak, seperti supermarket grosir dan pabrik. Mereka dapat menempelkan label pada pakaian untuk memprediksi arus karyawan baru.

 

Meski bisa memulai bisnis konveksi dengan modal yang relatif kecil, jutaan rupiah masih cukup besar untuk banyak orang di Indonesia. Selain memesan produk dalam jumlah banyak, Anda juga membutuhkan uang untuk membayar fasilitas penunjang bisnis (listrik, internet), membayar karyawan, memasang iklan berbayar hingga memperluas promosi. Solusinya adalah pinjaman keuangan, prosedurnya sederhana dan aman.


KONVEKSI KAOS  dab SERAGAM KUALITAS TINGGI SIDOARJO-INDONESIA

Official WhatsApp: 082334194935

Instagram: Realgarment Official

Website: Konveksi.realgarment.co.id

Email : realgarmen@gmail.com

Jam Buka

Senin – Jumat : 08.00 – 16.00 WIB

Sabtu : 08.00 – 13.00 WIB

Minggu : Libur

admin Anwar adalah Penulis Konten SEO yang beralih karir dari latar belakang pendidikan Pemrograman Web, berspesialisasi dalam menulis topik teknis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *